berikut adalah jenis apel segar dan berkualitas:
sumber klik disini
Selasa, 27 September 2016
Cara Meminta Maaf yang sah Sesuai Syariat is
Jangan Menunda sampai bulan Ramadhan
Banyak orang yang berpresepsi bahwa meminta maaf itu hanya untuk bulan Ramadhan atau momen yang tepat pada bulan Ramadhan saja. Ini adalah presepsi yang salah. Dalam syariat islam kita tidak boleh menunda waktu untuk meminta maaf, jika sudah mengakui kesalahan maka pada waktu itu juga kita harus meminta maaf.
Bertemu Secara Langsung
Sudah menjadi kebiasaan umumnya di Negara kita meminta maaf dengan SMS atau media social sperti Facebook, BBM, Twitter dan sosmed lainnya. Sebagian jumhur Ulama mengatakan hakikatnya ini tidak lah dianggap dari pengakuan maaf yang sah dan sebagian juga mengatakan bahwa permintaan maaf seperti ini kurang sempurna.
Mengakui Kesalahan
Pengakuan kesalahan adalah dasar utama, dalam permintaan maaf sebelumnya sebut dahulu kesalahan dan beri pernyataan bahwa kita telah mengakuinya, jika memang ini menyangkut sebuah barang yang kita ambil tanpa minta izin pemilikinya, kita harus menyebut barang apa yang kita ambil dari jenis, jumlah dan bentuknya.
Berjabat Tangan
Ini merupakan anjuran tapi sebagian muslim suah melakukannya, jika berjabat tangan maka proses maaf maaf memaafkan akan lebih sempurna dan terasa lebih indah, bahakan ada juga melakukannya dengan berpelukan dan ada juga sampai saling berciuman, ini mungkin karena terharu.
Tidak sah diwakilkan
Permintaan maaf juga tidak bisa diwakilkan, sperti yang sudah terjadi umunya yang kita lihat, sperti menulis pesan permohonan maaf kemudian meberi tanda menyatakan “Sekeluarga”. Jika permintaan serius bukanlah dengan media social.
Alihkan Ke Hal lain
Ini adalah trik atau cara yang tepat setelah terjadi proses maaf-memaafkan, mungkin saja kesalahan kita sudah membuat seseorang itu sangat merasa sakit yang mendalam. Dan mungkin juga dia sangat berat hati untuk memaafkannya, tapi karena dia masih menghargai hukum agama atau alasan lainnya dia sudah memafkan kita.
sumber klik disini
CARA MENGHILANGKAN KESEDIHAN DALAM SYARIAT ISLAM
Cara Menghilangkan Kesedihan Dalam Syariat Islam
Berikut adalah beberara cara yang diajarkan Rasulullah saw ketika kita sedang sedih , dan supaya kesedihan kita cepat hilang dan tidak berlarut – larut dalam kesedihan , diantaranya adalah :
1. Meyakini Bahwa semua kesedihan dan kesusahan adalah takdir atau ketentuan dari Allah swt .
Jika kita telah menyadari bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah swt , maka hati kita akan lebih tenang dan lebih lapang . Dan sesungguhnya semua ketentuan Allah swt adalah sebuah hal yang terbaik untuk hamba – hambaNya .
2. Selalu Mengingat Bahwa Allah swt senantiasa bersama kita
Ketika kita merasa sedih ,kebanyakan dari kita tidak sadar bahwa Allah swt selalu berada di dekat kita . Oleh karena itu , kita dianjurkan selalu mengingat Allah swt dalam keadaan apapun .
Apabila kita selalu mengingat Allah swt , maka tidak ada yang perlu kita takutkan dan kita sedihkan .
Allah swt berFirman dalam QS. Ar- Ra’d ayat 28 :
3. Berdo’a Seperti Yang Diajarkan Rasulullah saw
Cara yang ketiga untuk menghilangkan kesediha yaitu dengan berdo’a . Dan cara ini adalah suatu cara yang paling efektif . Rasulullah saw juga berdo’a kepada Allah swt untuk memohon pertolongan , apalagi kita manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan apa – apa dan jauh lebih memerlukan pertolongan dari ALLAH SWT .
Berikut adalah do’a yang diajarkan Rasulullah saw dalam Hadist Riwayat Abu Daud :
4. Meperbanyak berdzikir kepada Allah swt
Ketika kita sedih , janganlah kita melakukan hal yang aneh – aneh bahkan membahayakan diri kita . Alangkah baiknya kita lebih mendekatkan diri lagi dengan Allah swt . Cara utuk lebih dekat lagi dengan Allah swt yaitu dengan memperbanyak dzikir , memperbanyak membaca istigfar , dan memperbanyak juga membaca Sholawat Nabi.Dengan kita memperbanyak dzikir , maka hati kita akan lebih tenang dan tentram .
5. Membaca Al- Qur’an
Selain berdzikir , membaca Al- Qur’an juga merupakan cara yang efektif untuk menghilangkan kesedihan . Dengan membaca Al- Qur’an ,maka langkah – langkah kita akan tertata serta waktu – waktu kita juga akan lebih bermanfaat , tidak hanya dengan menangis dan meratapi nasib .
6. Menghindari hal – hal yang menyebabkan kesedihan
Selain cara – cara diatas , untuk menghilangkan kesedihan dari kita juga sangat perlu bagaimana tingkah laku kita dalam bertindak . Jika kita banyak melanggar aturan agama dan banyak melakukan hal yang bertentangan dengan Al- qur’an atau pedoman hidup kita , maka bukan tidak mungkin kehidupan kita akan penuh dengan kesengsaraan dan kesedihan
sumber klik disini
Berikut adalah beberara cara yang diajarkan Rasulullah saw ketika kita sedang sedih , dan supaya kesedihan kita cepat hilang dan tidak berlarut – larut dalam kesedihan , diantaranya adalah :
1. Meyakini Bahwa semua kesedihan dan kesusahan adalah takdir atau ketentuan dari Allah swt .
Jika kita telah menyadari bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah swt , maka hati kita akan lebih tenang dan lebih lapang . Dan sesungguhnya semua ketentuan Allah swt adalah sebuah hal yang terbaik untuk hamba – hambaNya .
2. Selalu Mengingat Bahwa Allah swt senantiasa bersama kita
Ketika kita merasa sedih ,kebanyakan dari kita tidak sadar bahwa Allah swt selalu berada di dekat kita . Oleh karena itu , kita dianjurkan selalu mengingat Allah swt dalam keadaan apapun .
Apabila kita selalu mengingat Allah swt , maka tidak ada yang perlu kita takutkan dan kita sedihkan .
Allah swt berFirman dalam QS. Ar- Ra’d ayat 28 :
3. Berdo’a Seperti Yang Diajarkan Rasulullah saw
Cara yang ketiga untuk menghilangkan kesediha yaitu dengan berdo’a . Dan cara ini adalah suatu cara yang paling efektif . Rasulullah saw juga berdo’a kepada Allah swt untuk memohon pertolongan , apalagi kita manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan apa – apa dan jauh lebih memerlukan pertolongan dari ALLAH SWT .
Berikut adalah do’a yang diajarkan Rasulullah saw dalam Hadist Riwayat Abu Daud :
4. Meperbanyak berdzikir kepada Allah swt
Ketika kita sedih , janganlah kita melakukan hal yang aneh – aneh bahkan membahayakan diri kita . Alangkah baiknya kita lebih mendekatkan diri lagi dengan Allah swt . Cara utuk lebih dekat lagi dengan Allah swt yaitu dengan memperbanyak dzikir , memperbanyak membaca istigfar , dan memperbanyak juga membaca Sholawat Nabi.Dengan kita memperbanyak dzikir , maka hati kita akan lebih tenang dan tentram .
5. Membaca Al- Qur’an
Selain berdzikir , membaca Al- Qur’an juga merupakan cara yang efektif untuk menghilangkan kesedihan . Dengan membaca Al- Qur’an ,maka langkah – langkah kita akan tertata serta waktu – waktu kita juga akan lebih bermanfaat , tidak hanya dengan menangis dan meratapi nasib .
6. Menghindari hal – hal yang menyebabkan kesedihan
Selain cara – cara diatas , untuk menghilangkan kesedihan dari kita juga sangat perlu bagaimana tingkah laku kita dalam bertindak . Jika kita banyak melanggar aturan agama dan banyak melakukan hal yang bertentangan dengan Al- qur’an atau pedoman hidup kita , maka bukan tidak mungkin kehidupan kita akan penuh dengan kesengsaraan dan kesedihan
sumber klik disini
MEMAHAMI ADAB BERPAKAIAN DALAM ISLAM
Pengertian pakaian
Pakaian merupakan suatu sarana untuk menutup aurat serta memeperindah penampilan .
Di dalam ajaran islam , berpakaian harus di landasi atas dasar taqwa kepada Alloh swt .
Berpakaian islami yaitu berpakaian yang dapat menutup aurat . Yang di maksud dengan aurat adalah seluruh bagian tubuh manusia yang tidak boleh terbuka dan terlihat oleh orang lain yang bukan mahramnya .
adversitemens
Aurat laki – laki ,yaitu antar pusar dan lutut , sedangkan aurat perempuan yaitu seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan .
Dalil naqli tentang berpakain yaitu terkandung di dalam QS.Al-A’raf ayat 26 :
cara berpakain
Lafadz ( yaa banii adama qod anzalnaa ‘alaikum li ba san yuwari sauatikum warisyan walibasu ttaqwaa dzalika khoirun dzalika min a ya ti llahi la’allahum yadzakkaruna )
berpakain
Sifat – sifat pakain yang baik
Seorang muslim yang akan berpakaian hendaknya memperhatikan sifat – sifat pakaian yang akan di pakai , diantaranya :
Pakaian merupakan suatu sarana untuk menutup aurat serta memeperindah penampilan .
Di dalam ajaran islam , berpakaian harus di landasi atas dasar taqwa kepada Alloh swt .
Berpakaian islami yaitu berpakaian yang dapat menutup aurat . Yang di maksud dengan aurat adalah seluruh bagian tubuh manusia yang tidak boleh terbuka dan terlihat oleh orang lain yang bukan mahramnya .
adversitemens
Aurat laki – laki ,yaitu antar pusar dan lutut , sedangkan aurat perempuan yaitu seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan .
Dalil naqli tentang berpakain yaitu terkandung di dalam QS.Al-A’raf ayat 26 :
cara berpakain
Lafadz ( yaa banii adama qod anzalnaa ‘alaikum li ba san yuwari sauatikum warisyan walibasu ttaqwaa dzalika khoirun dzalika min a ya ti llahi la’allahum yadzakkaruna )
berpakain
Sifat – sifat pakain yang baik
Seorang muslim yang akan berpakaian hendaknya memperhatikan sifat – sifat pakaian yang akan di pakai , diantaranya :
- Bersih
- Sopan dan rapi
- Menutup aurat
- Tidak ketat dan tidak terlalu tipis /transfaran .Fungsi pakai sesungguhnya yaitu :
Religius artinya Bahwa menggunakan pakain sesuai dengan dasar agama dan dilandasi asas ketaqwaan kepada Alloh swt .
Estetika artinya Dalam menggunakan pakain , hendaknya pakain yang kita pakai dapat memperindah penampilan kita dan adapat menambah kehormatan yang memakainya .
Medis artinya Dalam menggunakan pakain , hendaknya pakain yang kita gunakan dapat berfungsi untuk kesehatan kita . Misal disaat panas pakain kita dapat melindungi kita dari panasnya sinar matahari yang dapat membakar kulit kita , atau pakain yang kita pakai saat dingin dapat menghangatkan tubuh kita .
Adab atau tata cara berpakain
Adab berpakain dalam islam ,yaitu :
- 1.Berdoa ketika akan menggunakan pakain .
2. Mendahulukan bagian tubuh yang kanan .
3. Berdo’a kembali ketika akan melepas pakain .
4. Menutup aurat
sumber klik disini
- Hal – hal yang harus di perhatikan dalam berpakain
1.Dalam berpakain , seorang laki – laki tidak boleh menyerupai perempuan begitu juga para perempuan tidak boleh menyerupai laki – laki .
Hadis nabi yang menjelaskan :” Rasulullah saw melaknat laki – laki menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki – laki .” (HR. Al-Bukhari dari Abbas no.5435 )
2. Laki – laki tidak boleh menggunakan pakaian dari bahan sutera .
Hadist yang menjelaskan yaitu dari Annas bin Malik : ” Barang siapa yang menggunakan sutera di dunia , ia tidak akan mengenakan di akhirat . ” ( HR.AL-Bukhari no.5384)
Tujuan berpakain
Ada beberapa tujuan berpakain dalam agama islam , yaitu antara lain :
Lafadz ( Yaa banii adama layaftinnakumussyaitanu kamaa akhraja abawaikum minaljannati yanzi’u ‘anhuma liba sahuma liyuri yahuma sau atihimaa . . . . . . )
Artinya : ” Wahai anak adam . janganlah setan itu menggelincirkan kalian sebagaimana ia menggelincirkan orang tua kalian dari syurga , dia ( setan itu ) mencabut atau menanggalkan pakain keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya . . . . . “(QS .Al- A’raf ayat 27 )
Di dalam potongan ayat yang artinya dia ( setan itu ) mencabut atau menanggalkan pakain keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya , menunjukkan bahwa salah satu tujuan berpakain adalah menutup aurat .
Sebagai identitas umat islam
Tujuan berpakain sebagai identitas umat islam yaitu terkandung di dalam firman ALLOH SWT dalam QS.Al- Ahzab ayat 59 :
berpakain
Lafadz ( Yaa ayyuhannabiyyu qul liazwajuka wabanaika wanisaa ilmu miniina yudniina ‘alaihinna minjala biibihinna dzalika an yufrafna fala yu daina wakanallaha ghafurarrahiiman . )
Artinya :
berpakain Bertujuan untuk memelihara diri dari panas , dingin , dan bahaya lain . Untuk keindaan .
ADAB BERTAMU DALAM ISLAM
Adab Bertamu
Dalam islam , ada beberapa adab atau tatacara bertamu diantaranya yaitu :
1.Berpakain rapi dan pantas
Walaupun sepele, berpakain pantas saat bertamu berarti menghormati tuan rumah dan dirinya sendiri . Hal ini dijelaskan di dalam QS. Al- Isra’ ayat 7 :
Lafadz ( inna akhsantum akhsanntum lianfusikum . . . )
Artiny : ” Jika kamu berbuat baik ( berarti ) berbuat baik bagi dirimu sendiri . ” ( QS.Al- isra’ayat 7 ) .
2. Memberikan isyarat dan salam ketika hendak bertamu
Sebelum kita masuk kedalam rumah orang lain atau bertamu , hendaknya kita mengucapkan salam terlebih dahulu . Hal ini juga di jelaskan dalam QS An- Nur ayat 27 :
Lafadz ( Yaayyuhalladzina amanu la tadhuluu buyutan ghaira buyutikum khatta tasta nisu watusallimuu ‘ala taala)
bertamu dan menerima tamu
abad bertamu . . . .. . . .(QS.An- Nur ayat 27 )
Dan Hadist nabi juga menjelaskan :
” Bahwasannya seorang laki – laki hendak meminta izin ke rumah nabi muhammad saw sedangkan beliau ( Nabi ) berada di dalam rumah. Katanya “Bolehkah aku masuk ” lalu Nabi muhammad saw bersabda kepada seorang pembantunya , “Temuilah orang itu dan ajarkan padanya cara minta izin dan katakanlah kepadanya agar mengucapkan ” Assalamu’alaikum ,bolehkah aku masuk ?”Lelaki itu mendengar apa yang di katakan Nabi muhammad saw lalu ia langsung berkata .”Assalamu’alaikum , bolehkah aku masuk ?” Nabi muhammad saw memberi izin dan masuklah ia . ” ( HR.Abu Dawud )
3. Jangan mengintip ke dalam rumah
Sebelum kita di perbolekan untuk masuk ke dalam rumah seseorang , maka kita jangan mengintip seperti yang terkandung di dalam Hadist yang diriwayatkan ole Imam Bukhari dari sahl bin sa’d :
” Sahl bin sa’d berikata :” ada seseorang laki – laki mengintip pada sebuah lubang pintu rumah , Rasululla saw bersabda:” jika aku tahu engkau mengintip niscaya aku colok matamu .Sesungguhnya Alloh memerintahkan untuk minta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata . ( HR.Bukhari )
4. Memita izin masuk maksimal sebanyak 3 kali .
Apabila kita bertamu sudah tiga kali meminta izin tapi tidak ada jawaban dari tuan rumah maka hendaknya pulang dan kembali lagi di waktu lain .
5. Memperkenalkan diri kepada tuan rumah .
Hadist yang menjelaskan tentang hal ini , yaitu :
“Dari jabir r.a. ,ia berkata : Aku pernah datang kepada Nabi muhammad saw , lalu aku mengetuk pintu rumah beliau,Nabi muhammad saw bertanya “siapakah itu ?” Aku menjawab “Saya ” Beliau bersabda : ” saya …. saya!!!!” sekan akan beliau marah . “( HR .Bukari )
Oleh sebab itu ,hal ini menguatkan bahwa jadi seorang tamu hendaknya menyebutkan nama dirinya secara jelas sehingga tuan rumah tidak ragu lagi untuk menerima kedatangannya .
6. Tamu laki – laki dilarang masuk apabila tuan rumah hanya seorang wanita .
Hal ini dijelaskan di dalam suatu hadist ,perhatikan sabda Rosulullo di bawa ini :
“Janganlah seorang laki – laki bersepi – sepi bersama seorang perempuan kecuali ia (perempuan tersebut ) bersama mahramnya . . . . .” ( HR.Bukhari Muslim )
7. Masuk lalu duduk dengan sopan .
8. Menerima semua jamuan tuan rumah dengan senang hati .
9. Segeralah pulang apabila telah selesai urusan .
Seorang tamu yang bijaksana , tidak memperpanjang kunjungannya apabila keperluannya sudah selesai .
10. Lama waktu kunjungan yaitu paling lama 3 hari tiga malam , apabila tempat tinggalnya jauh .
Adab menerima tamu
Selain bertamu kita apabila menjadi tuan rumah atau menerima tamu juga harus mengetahui bagaimana tatacara atau adab dalam menerima tamu , tujuannya yaitu tidak hanya supaya tamu yang datang merasa nyaman juga untuk menjaga kehormatan kita .
Adab menerima tamu yaitu :
1.Berpakain yang pantas
Berpakaian yang pantas bukan berarti menggunakan pakaian yang bagus , akan tetapi cukup sopan dan enak di pandang .Berpakaian yang rapi saat menerima tamu berarti menghormati tamu dan diri sendiri .
2. Saat menerima kedatangan tamu harus bersikap yang baik .
Contoh sikap yang baik yaitu menerima tamu dengan wajah yang ceria dan murah senyum .
Sikap yang harus di jauhi yaitu memalingkan muka , acuh , tidak mau memandang wajah tamu serta sikap – sikap sombong lainnya .
3. Tidak merepotkan diri .
Bagi tuan rumah hendaknya menyediakan jamuan yang pantas , akan tetapi apabila tuan rumah seorang yang tidak punya maka air putih saja juga sudah cukup . Dan apabila air putih juga tidak punya maka jamulah dengan senyum dan sikap yang baik .
Perhatikan sabda Rosululloh saw ;
“Setiap kebaikan adalah ibadah .” ( HR.Bukhari )
4. Lama waktu sesuai dengan hak tamu yakni tiga hari tiga malam ,selebih dari waktu itu merupakan sadaqoh darinya.
Perhatikan sabda nabi saw :
“Hormatilah tamu sampai tiga hari , adapun selebihnya adalah merupakan shadaqoh darinya .” ( HR. Muttafaqun’alaihi )
5. Antarkan sampai pintu halaman jika tamu pulang .
Perhatikan sabda Rosululloh saw :
” Sesungguhnya merupakan perbuatan yang sunnah apabila seseorang ( Tuan rumah )keluar bersama – sama tamunya sampai kepintu halaman .” ( HR.Ibnu Majjah )
6. Wanita yang sendirian di rumah dilarang menerima tamu laki – laki masuk dalam rumah tanpa seizin suami .
Perhatikan firman Alloh swt dalam potongan ayat QS. An- Nisa ayat 34
Lafadz ( . . .Fassolihatu qanitatun khafidatun lilghaibi bima kha fidallahu . . . )
Artinya :
” . . . .Wanita ( istri ) yang shaleh ialah yang taan kepada Alloh dan memelihara diri ( tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya ) di balik pembelakangan suaminya ( waktu suaminya pergi ) karena Alloh telah memelihara mereka ( telah mewajibkan suaminya untuk mempergauli merea dengan baik ) . . . . . .” ( QS.An -Nisa (4) :34 )
Membiarkan tamu laki – laki masuk kedalam rumah padahal ia (wanita ) tersebut seorang sendiri sama saja membuka peluang besar akan timbulnya bahaya bagi diri sendiri dan harta harta suaminya . Serta dapat menimbulkan fitnah .
sumber klik disini
Langganan:
Postingan (Atom)

















